Sabtu, 12 Mei 2012

TUGAS TEORUM 2 (metode & aplikasi pengembangan Organisasi)


11.metode dan aplikasi peng. Organisasi



1A.    Metode pengembangan struktur

Metode pengembangan organisasi memiliki hal-hal pokok berikut ini:
1. Program ini dipimpin dan didukung dari atas, dapat juga menggunakan pihak ketiga (atau agen perubahan)     untuk mendiagnosis masalah dan memperbaikinya, atau mengatasi perubahan melalui berbagai jenis kegiatan yang direncanakan, atau intervensi.
2.Rencana-rencana pengembangan organisasi didasarkan kepada analisis dan diagnosis yang sistematis, mengenai keadaan organisasi serta perubahan dan masalah-masalah yang mempengaruhinya.
3. Program ini berhubungan dengan bagaimana organisasi bertindak pada waktu perubahan terjadi, dengan menggunakan proses seperti interaksi, komunikasi, perencanaan peran serta, dan benturan.

sumber : http://www.hrcentro.com

·         diaplikasikan ke satu sistem
·         didasarkan pada ilmu pengetahuan, perilaku dan praktek
·          mengabaikan kebutuhan personal dan social
·          suatu proses adaptif, implementatif, desain ulang jabatan
·           penciptaan/penguatan perubahan, pengelolaan gaya partisipasif
·          strategi, struktur, dan proses
·           efektivitas pemecahan masalah sendiri bukan konsultan.
http://sites.google.com/site/kuliahmanajemenperubahan/



B.       Metode pengembangan perilaku

Metode yang digunakan dalam perubahan dan pengembangan organisasi Metode Pengembangan Perilaku:
·         Jaringan Manajerial (managerial Grid),
·         Latihan kepekaan,
·         Pembentukan Tim
·          Umpan Balik Survei
·          Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
·          On the job training
·          Job Instruction Training,
·         Of the job training,
·         Vestibule training.

http://inikahblognya.blogspot.com



C.      Diskusi struktur organisasi

Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan ( Killen, 1998 ). Karena itu, diskusi bukanlah debat yang bersifat mengadu argumentasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu secara bersama - sama.

Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi :
Diskusi merupakan metode yang sulit diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antar siswa muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentukan
Diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, padahal waktu pembelajaran di dalam kelas sangat terbatas, sehingga keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru.  Sebab, dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian semacam itu bisa dihindari.


by : aditamaherry@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar