Nama : Herry Aditama
Kelas : 4 KA 34
Npm : 19110273
SEMESTER 8
tugas softskill :
dasar-dasar etika
& profesionalisme
Etika
Etika
merupakan salah satu cabang filsafat.
Dalam pembagian klasiknya, filsafat terdiri dari filsafat teoritis dan filsafat
praktis. Etika masuk ke dalam filsafat praktis.
1. Pengertian Etika
Apa itu etika?
secara etimologis etika berasal dari kata Yunani ethikos. Secara terminologi
etika diartikan sebagai,
“That study or discipline which concerns itself with judgements of
approval dan disapproval, judgments as to the rightness or wrongness, goodness
or badness, virtue or vice, desirability or wisdom of actions, dispositions,
ends, objects, or states of affairs (Meta-Encyclopedia of Philosophy, 2007).”
Itu juga terkadang etika
dipetukarkan dengan filsafat moral. Karena pada dasarnya etika merupakan sebuah
disiplin untuk secara sistematis memahami hakikat moralitas, yakni bagaimana
seharusnya manusia hidup dan mengapa harus begitu. Ia juga studi tentang serangkaian
nilai dan pedoman hidup, serta justifikasi untuk masing-masingnya.
Dalam etika segala hal
justifikasi dan pengetahuan atasnya dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan.
2. Ruang Lingkup Etika
Etika membicarakan segala
perbuatan yang berkaitan dengan manusia dengan lingkup kehidupannya. Karenanya
ruang lingkup etika banyak berkutat pada manusia. Dengan demikian, etika juga
berurusan kepada persoalan manusia sebagai manusia. Bukan manusia sebagai
dosen, mahasiswa, supir, rektor, pustakawan, tukang sapu, dll. Boleh jadi dosen
bisa baik dalam mengajar (sebagai dosen), namun kebaikan dosennya tidak
menjamin ia baik secara manusia.
Itu juga bisa dimengerti bahwa
ada suatu perbuatan yang tidak mengandung nilai moralitas, yang disebut sebagai
amoral.
3. Epistemologi Moral
Dalam kaitannya dengan
permasalahan moral, pertanyaan tersulit adalah dari mana kita bisa memutuskan
suatu itu baik atau buruk, benar atau salah? Bisakah kita mengetahui bahwa
menyiksa anak tidak berdosa adalah perbuatan tidak bermoral? Lebih jauh,
bisakah kita mengetahui baik atau buruk itu? Mengetahui salah dan benar? Apakah
mungkin mengetahui hal tersebut? Sejatinya, epistemologi
moral mendedahkan permasalahan tersebut, persoalan pengetahuan dan justifikasi
tentang moral.
4. Tiga Pendekatan Etika
Setidaknya ada tiga pendekatan
besar dalam etika:
à Etika Deskriptif
Pendekatan ini hendak
menggambarkan perbuatan dari berbagai tradisi, kebiasaan dan kebudayaan.
Bagaimana tradisi Muslim atau Kristian membicarakan hubungan seksual sebelum
menikah, misalnya? Pendekatan atau etika deskriptif lebih mencari tahu
bagaimana berbagai tradisi yang ada menyoal satu permasalahan sama. Karenanya,
ia tidak pernah menjustifikasi suatu kebudayaan yang ada. Ia juga lebih
bersifat mengkomparatifkan perbedaan cara masyarakat menjawab pertanyaan moral.
Etika deskriptif lebih populer
dalam kajian sosiologi dan antropologi. Mengingat sifatnya yang tidak
menjustifikasi sistem moral suatu kebudayaan.
à Etika Normatif
Berbeda dengan deskriptif,
etika normatif dalam mengkaji moralitas yang ada, bersifat sekaligus
menjustifikasi. Ia mencari tahu apa sih yang dimaksud dengan baik atau buruk,
benar atau salah, dan bagaimana kita mengetahuinya. Apakah nilai baik atau
buruk itu bersifat intrinsik atau nonintrinsik. Etika normatif bertanya “apakah
melakukan hubungan seksual sebelum nikah benar?”
à Meta etika
Studi yang menekankan tentang
bagaimana gagasan etika berasal dan apa maknanya. Ia lebih bersifat kebahasaan
atau pemaknaan atas segala ucapan moral. Apa yang kita maksudkan dengan ucapan
“baik”? Pernyataan pisau ini baik apakah ekuivalen dengan “Dian itu baik”?
apakah “baik” itu identik dengan “kebaikan”?
5. Teori-teori Etika
Terdapat banyak teori-teori
etika. Namun demikian, dalam tulisan ini, setelah dilakukan riset kepustakaan,
hanya memfokuskan pada empat teori, dengan alasan bahwa 1) semua teori yang ada
bersinggungan dengan keempat teori tersebut; dan 2) semua pemikiran etika
sekurang-kurangnya memercayai salah satunya.
PROFESIONALISME
Profesionalisme adalah kemampuan dari
seseorang dalam menjalankan tugasnya dan profesinya dengan baik dan menetapkan
komitmen terhadap profesinya guna mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan
tugasnya.
Seseorang yang professional akan berusaha
yntuk melakukan yang terbaik guna memberikan kepuasan kepada diri sendri dan
orang lain yang berhubungan dengan profesinya.
Kesimpulan
Betapa pun, moral pada dasarnya
tidak bisa dijalani begitu saja. Ia perlu diperiksa atau dihayati. Setidaknya,
seiring perkembangan waktu dan menyempitnya batas ruang maupun budaya, yang di
mana pertemuan antarkultur sangat memungkinkan. Memeriksa atau menghayati moral
merupakan keniscayaan.
Dengan bantuan filsafat,
moral lebih mudah dipahami dan dipraktikkan serta dipertanggungjawabkan. Dan
pada dasarnya, hampir bisa dipastikan dalam kesehariannya, setiap orang
beretika. Sebagai misal, kita bisa menemukan pendapat banyak orang mengenai
keangkuhan Bush. Mulai dari pangkalan ojek, warung kopi, rumah tanggga, arisan,
kampus, hingga pesantren, semuanya membicarakan tindakan Bush. Dalam
membicarakan hal tersebut, mereka tidak hanya sekadar berbicara, melainkan
turut melakukan suatu penilaian.
Dengan etika atau filsafat
moral, semua pernyataan atau penilaian kita tentang tindakan moral lebih dapat
dipertanggungjawabkan.
Saran
menurut kami sebagai
manusia seharusnya kita dapat menghargai karya orang lain dengan tidak membeli
maupun memakai serta memanipulasi karya orang lain untuk kepentingan pribadi
dengan alasan apapun, dan kita harus memulainya dengan menyadarkan diri sendiri
maupun orang lain akan pentingnya kreatifitas yang telah mereka ciptakan, maka
kita harus selalu menegur diri sendiri maupun orang lain untuk tidak melakukan
kecurangan apapun dan harus bisa memanfaatkan teknologi komputer dengan
sebaik-baiknya.
Analisis keuntungan dan kerugian dalam kerangka Etika
bisnis:
• Pertama, keuntungan dan
kerugian, cost and benefits, yg dianalisis tidak dipusatkan pd keuntungan dan
kerugian perusahaan.
• Kedua, analisis keuntungan
dan kerugian tidak ditempatkan dlm kerangka uang.
• Ketiga, analisis
keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang
Sumber: