MENGENAL DIET KARBOHIDRAT
Apa itu Karbohidrat
Karbohidrat
atau sakarida adalah segolongan besar organik yang tersusun hanya dari
atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat itu bahan makanan yang
paling penting bagi tubuh kita dan juga merupakan sumber tenaga. Tak
hanya itu, karbohidrat itu komponen penting bagi makhluk hidup dalam
bentuk serat (fiber) seperti selulosa, pektin, dan lignin. Dalam
karbohidrat ada zat yang sangat dibutuhkan tubuh kita, yaitu glukosa.
Glukosa ini akan diserap tubuh, yang berfungsi sebagai tenaga dalam
menjalankan sel-sel tubuh. Jadi, tanpa atau berkurangnya karbohidrat
dalam tubuh manusia akan berakibat fatal.
Dibandingkan
dengan sumber energi lainnya yaitu lemak, protein, mineral, dan vitamin
karbohidrat menyumbang 50% zat yang akan berguna untuk tenaga tubuh
manusia. Karbohidrat terdapat pada gula (gula, glukos, sirop, madu),
kanji (tepung gandum, kanji, kentang, ubi kayu, dan nasi), serta
beberapa selulosa dan pektin.
Karbohidrat
ada dua macam, yaitu karbohidrat simpleks dan karbohidrat kompleks.
Karbohidrat simpleks adalah karbohidrat yang mudah diserap tubuh karena
sudah berupa butiran-butiran gula yang mengandung glukosa yang slap
diserap. Yang termasuk karbohidrat simpleks adalah gula pasir, gula
jawa, gula jagung, susu, permen, dan cookies.
Karbohidrat
kompleks adalah jenis karbohidrat yang diserap secara perlahan-lahan
dan membuat kadar gula dalam tubuh akan naik dengan perlahan-lahan pula.
Karbohidrat ini banyak mengandung serat dan vitamin. Yang termasuk
jenis karbohidrat kompleks adalah nasi, roti, jagung, kentang, dan
pasta.
Fungsi Karbohidrat
Karbohidrat
itu terdiri dari tiga elemen, yaitu karbon, hidrogen, dan oksigen.
Setiap gram karbohidrat menghasilkan empat kalori energi. Nah, kalori
energi itulah yang akan dimanfaatkan untuk sumber tenaga bagi tubuh,
melindungi otot, dan membantu mengawal jumlah gula yang mengalir dalam
darah agar semua sel mendapatkan tenaga sesuai yang diperlukan. Tak
hanya itu, karbohidrat juga memacu otak dan memasok energi ke berbagai
fungsi tubuh, seperti alat pernapasan dan jantung.
Bolehkah Diet Rendah Karbohidrat Dilakukan?
Pernah
dengar diet rendah karbohidrat atau Low Carbohydrate Diet, kan? Diet
ini pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Robert Coleman Atknis pada 1970,
namun mulai dikenal orang pada 2000. Diet ini adalah diet yang membatasi
asupan karbohidrat pada tubuh. Kentang, nasi, dan roti adalah musuh
terbesar mereka. Padahal, jenis makanan itu mengandung banyak
karbohidrat yang sangat membantu tubuh.
Biasanya,
mereka yang berdiet rendah karbohidrat, mendapatkan energi dari makanan
yang tinggi protein dan lemak. Karena mengonsumsi protein yang sangat
tinggi dan protein yang jumlahnya besar terdapat pada daging dan daging
itu mengandung lemak, kadar lemaknya pun ikut tinggi. Mungkin para
pelaku diet ini akan merasa kenyang dalam waktu yang lama sehingga rasa
ingin makan pun ikut berkurang, karena pengaruh protein dan lemak.
Oleh
karena itu, perlu diingat, seiring dengan memakan banyak protein, kita
juga memakan banyak lemak, lho. Jadi, kadar lemak dalam tubuh kita akan
semakin besar. Karena itulah, para pelaku diet ini akan mengalami
penurunan berat badan dengan drastis pada enam bulan pertama. Namun
setelah itu, berat badan akan semakin sulit untuk turun karena pengaruh
kadar lemak yang se¬makin lama semakin tinggi.
Efek samping Diet Rendah Karbohidrat
Diet
rendah karbohidrat ini memang bisa menurunkan berat badan dengan cukup
drastis, karena air dalam tubuh yang dikeluarkan. Bila seseorang tidak
mengonsumsi karbohidrat, air yang akan dikeluarkan dalam proses
metabolisme. Padahal, seharusnya yang diturunkan adalah kadar lemaknya,
bukan kadar air dalam tubuh.
Kalau
cairan tubuh terus-menerus keluar dalam jumlah yang banyak, kita akan
mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Dan bila dalam jangka
waktu yang lama seseorang melakukan diet ini, ginjalnya akan mengalami
kerusakan. Tak hanya itu, mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat
berisiko tinggi terkena penyakit jantung, hiperkolesterol (tinggi
kolesterol), menambah risiko penumpukan lemak berlebihan, dan
penyumbatan pembuluh darah.
Selain
itu, si pelaku akan mengalami gejala mudah gelisah disebabkan otak yang
tidak mendapatkan bahan bakar yang cukup. Fungsi otak manusia itu
bergantung dari karbohidrat. Kalau karbohidrat itu ber-kurang, otak
tidak bisa berfungsi secara normal.
Solusinya adalah
Agar
diet kita berhasil dan tubuh tetap sehat, sebaiknya melakukan diet
gizi seimbang. Dalam diet ini, kita tetap mengonsumsi semua sumber
energi, hanya saja jumlahnya dikurangi agar tidak mengganggu jalannya
metabolisme dan tubuh kita pun tak kekurangan salah satu zat energi.
Eit, ingat, karbohidrat yang harus dihindari adalah karbohidrat dalam
bentuk gula sederhana, seperti gula pasir. Jadi, gantilah dengan gula
rendah kalori. Akan tetapi, diet rendah kalori pun dalam artian
mengurangi asupan kalori dalam jumlah yang banyak pada tubuh sebaiknya
jangan dilakukan.