A.
Tradisional
dalam setiap organisasi pasti mempunyai struktur,
tingkatan, level dengan wewenang, tanggung jawab, kewajiban dan hak
masing-masing. itulah organisasi yang masih sangat sederhana. struktur yang
dibuat hanya sebagai syarat terpenuhinya sekumpulan orang untuk disebut sebagai
organinasi, yang pada kenyataan di dalamnya tidak dikenal namanya jalur
perintah dan report, saling tumpang tindih pekerjaan karena seluruh bagian
dalam organisasi dituntut untuk menjadi si serba bisa.
typical organisasi semacam ini sering ditemui
dalam perusahaan atau organisasi yang baru dibagung. sebuah lembaga bisnis yang
digawangi seorang teman mempunyai organisasi yang sangat simpel, terdiri dari
seorang direktur (karena usaha yang didirikannya berupa PT), komisaris dan
bawahannya beberapa orang yang bertanggung jawab terhadap produksi. sedangkan
teman saya yang tadi bertanggung jawab sebagai organisator, marketing, finance,
accounting, hrd dll. beruntung perusahaan yang didirikannya belum pernah
mengalami sepi order jika hanya untuk menutupi biaya operasional setiap bulan,
ditambah sedikit keuntungan.
http://kangajo.wordpress.com/2008/10/17/organisasi-tradisional/
B.
Interaksional
Perspektif
interaksional
menekankan
tindakan yang bersifatsimbolis dalam suatu perkembangan yang bersifat proses darikomunikasi
manusia. Penekanannya terdapat pada
tindakan yangmemungkinkan
dalam pengambilan peran untuk mengembangkantindakan bersama atau mempersatukan
tindakan beberapa individuuntuk membentuk suatu kolektivitas. Tindakan bersama
darikolektivitas itu mencerminkan tidak
hanya pengelompokan sosial akantetap itu juga adanya
perasaan kebersamaan ataupun keadaan timbalbalik dari individu-individu yang bersangkutan, yang dapatdigambarkan dalam model sebagai suatu “kesearahan” orientasiindividu
terhadap diri orang lain dan objek.
http://www.scribd.com/doc/59774183/Perspektif-Interaksional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar