1. pengaruh bahasa pergaulan dalam bahasa indonesia dan contoh kasus nya.
TUGAS
"Makalah Pengaruh bahasa pergaulan dalam perkembangan bahasa indonesia (dan contoh/kasus)".Nama : Herry Aditama
Kelas : 3KA34
NPM : 19110273
Mata Kuliah : BAHASA INDONESIA
Dosen : SEPITRI DARUYANI
Mata kuliah : Bahasa Indonesia
Bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai alat
komunikasi yang berperan sebagai penyampai informasi. Kebenaran
berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran informasi yang
disampaikannya. Tetapi dewasa ini pemakaian bahasa Indonesia dikehidupan
sehari-hari maupun dunia film mulai bergeser digantikan dengan
pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Hal ini
mengakibatkan bahasa menjadi tidak baik.
Tahukah kalian apa itu bahasa gaul ???
Bahasa gaul adalah bahasa yang digunakan sebagai
bahasa pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir tahun
1980-an. Bahasa gaul pada saat itu dikenal sebagai bahasanya para anak
jalanan disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai
preman. Contoh bahasa gaul diantaranya : kamu-loe, aku-gue, tidak peduli-emang gue pikirin, ayah-bokap, ibu-nyokap dll. Pada
umumnya bahasa gaul digunakan sebagai sarana komunikasi di
antara sekelompok remaja tertentu. Dengan sarana komunikasi itu mereka
dapat bebas menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok
usia lain atau agar orang lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang
mereka bicarakan. Karena masa remaja memiliki karakteristi antara lain
pengelompokan, petualangan dan kenakalan. Sehingga keinginan untuk
membuat kelompok eksklusiflah yangmenyebabkan mereka menciptakan bahasa
rahasia.
Seiring dengan berkembangnya zaman semakin terlihat
pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia, sehingga
penggunaannya menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa
Indonesia sebagai identitas bangsa. Masyarakat sudah banyak yang
menggunakan bahasa gaul bukan hanya di kota-kota besar saja tetapi di
kota-kota kecil pun menggunakan bahasa gaul tersebut terutama para
remaja. Karena pengaruh bahasa gaul lah yang menyebabkan mereka lupa
akan bahasa nasionalnya sendiri yaitu bahasa Indonesia. Sedih sekali
rasanya.
Betapa rapuhnya sikap percaya diri bangsa terhadap bahasa
nasionalnya sehingga keadaan ini menjadi lebih parah. Mungkin menurut
mereka bahasa kita yang kaku dan terkadang membingungkan ini perlu
diperbaharui menjadi bahasa yang lebih modern dan lebih gaul. Tidak
sedikit pun mereka menghargai perjuangan para pendahulu yang selalu
bangga berbahasa Indonesia dengan benar. Yang ada alasan ketinggalan
zaman, kurang modern dll membuat mereka seperti itu. Sikap menanamkan
kecintaan dalam diri generasi muda bangsa lah yang bisa menghindari
pemakaian bahasa gaul agar tidak semakin meluas. Gambaran diatas
setidaknya menjadi cerminan bagi kita sebagai generasi muda untuk
mengajak generasi muda lainnya yang masih terlena oleh “budaya asing”,
yang masih menganggap bahwa bahasa kita itu jadul dan perlu dipermak
agar timbul rasa ingin kembali menggunakan bahasa indonesia yang baik
dan benar. Marilah kita bangun bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang
cinta akan bahasa nasionalnya yaitu bahasa Indonesia. Karena bahasa
menunjukkan identitas suatu bangsa itu sendiri.
contoh/kasus nya ;
sbb:
Beberapa kata yang sering dijumpai dalam “status” para pengguna jejaring sosial facebook atau twitter, misalnya, kata gue. Kini, untuk menyatakan kata saya para penutur bahasa gaul juga menggunakan kata saiia, aq, q, ak, gw, gua, w, akoh, aqoh, aqu, dan ane. Kemudian, kata Lo atau Lu sama seperti kata gue. Kini, untuk menyatakan kamu penutur bahasa gaul juga menggunakan lw, elu, elo, dan ente.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar